Saturday, February 1, 2014

Arti lemah lembut.

Bismillah.
Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
berkunjung ke perkampungan kaum Anshar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyapa
anak-anak dengan memberi salam kepada mereka.
Tak hanya itu, beliau lalu mengusap kepala masing-
masing anak dari kalangan Anshar tersebut.
Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
rahimahullah menyebutkan hadits tersebut sebagai
hadits sahih dalam Al-Jami’u Ash-Shahih. Dalam
riwayat tersebut mencerminkan betapa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok manusia
yang sarat kelemahlembutan. Sikap itu tecermin
manakala beliau, dengan penuh perhatian, menyapa
anak-anak lalu mengusap kepala mereka.
Kepribadian nan hangat beliau tunjukkan saat
berjumpa anak-anak. Sebuah sikap peduli yang
teramat terpuji.
Sikap yang ditunjukkan beliau juga mencerminkan
betapa beliau seorang yang tawadhu (rendah hati).
Walau terhadap anak kecil, beliau tetap memberikan
perlakuan yang baik. Tidak meremehkan apalagi
menyakitinya melalui sebuah sikap. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits sahih
riwayat Anas bin Malik, bahkan memberi salam
terlebih dulu kepada anak-anak. Ini menunjukkan
jiwa tawadhu beliau sekaligus kepribadian beliau
yang senantiasa memberi keteladanan nan terpuji.
Allah Ta’ala berfirman :
ﻓَﺒِﻤَﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔٍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟِﻨﺖَ ﻟَﻬُﻢْ ۖ ﻭَﻟَﻮْ ﻛُﻨﺖَ ﻓَﻈًّﺎ َﻠِﻴﻆَ
ﺍﻟْﻘَﻠْﺐِ ﻟَﺎﻧﻔَﻀُّﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺣَﻮْﻟِﻚَ
“Maka dengan sebab rahmat dari Allah, engkau
bersikap lemah lembut kepada mereka. Seandainya
engkau bersikap kasar dan keras hati niscaya
mereka akan menjauh darimu…” (Al Imran :159)
Juga firman-Nya:
ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِّﻦْ ﺃَﻧﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ
ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari
kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan
yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan
penyayang terhadap orang-orang yang
beriman.” (At-Taubah:128).
Demikianlah sikap dari seorang yang berkepribadian
agung. Beliau tampakkan sebagai pola kebiasaan
sehari-hari, tidak dibuat-buat dan merupakan
refleksi dari keadaan pribadinya yang teramat luhur.
Sungguh telah ada pada diri rasul teladan yang baik
bagi kalian. Wallahu a’lam.
Ditulis Oleh Al Ustadz Abu faruq Ayip Syafruddin

Kunjungi situs kami www.tunas-tauhid.blogspot.com

No comments:

Post a Comment